Curug Trocoh

Menghabiskan waktu bersantai di tempat yang memiliki kesan natural dan menyejukan bisa menjadi obat pelipur hati dan pikiran yang ampuh. Tempat yang satu ini cocok bagi para pencari kedamaian alam. Tempat itu bernama Curug Trocoh atau yang disebut juga dengan nama lain Curug Surodipuro. Air terjun ini merupakan satu diantara banyaknya tempat eksotis yang ada di Temanggung. Curug ini terletak di Desa Tawangsari Kecamatan Wonoboyo dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Nama Curug Trocoh sendiri memiliki arti selalu mengeluarkan air yang termasuk istilah dalam bahasa Jawa. Nama itu sesuai karena memang air terjun ini tak henti-hentinya mengalirkan air, termasuk ketika musim kemarau panjang melanda tempat ini tak pernah surut airnya. Sedangkan nama lain Curug Surodipuro berasal dari nama salah satu panglima Perang Diponegoro, yaitu Kyai Surodipuro. Walaupun belum ada bukti sejarah secara pasti mengenai keberadaan curug tersebut, akan tetapi menurut warga sekitar terdapat Makam Kyai Surodipuro di kawasan tersebut. Selain itu, tempat wisata yang menawan ini pernah menjadi tempat bersejarah. Tempat ini pernah digunakan oleh Pangeran Diponegoro sebagai salah satu tempat untuk mengatur siasat perjuangan melawan Belanda dalam perang gerilya yang berlangsung tahun 1925-1930 itu.

Ketika perang telah usai sekitar tahun 1930, Kyai Surodipuro dikejar oleh Belanda dan melarikan diri ke arah utara. Kemudian dia menetap di kawasan tersebut dan dengan berat hati tidak kembali lagi ke Yogyakarta yang saat itu telah jatuh ke tangan penjajah. Kyai Surodipuro bersama sejumlah pengikutnya menetap hingga kemudian mendirikan sebuah permukiman yang bernama Klesem. Hingga akhir hayatnya dia wafat dan dimakamkan di kawasan itu.Apabila ditempuh dari pusat Kota Temanggung, Curug Trocoh berada di arah timur laut dan berjarak 38 kilometer. Tidak mudah untuk menjangkau air terjun ini. Akses jalan yang cukup sulit menjadi salah satu penyebabnya. Dari Kota Kecamatan Wonoboyo menempuh perjalanan menuju Desa Tawangsari sejauh 7 kilometer dengan kondisi jalan yang berbatu. Tak hanya itu, untuk bisa sampai di curug ini mesti menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer lagi melewati jalan setapak serta menyusuri bukit. Kondisi jalan dan letaknya yang cukup terpencil membuat para wisatawan yang membawa kendaraan harus menitipkannya kepada warga setempat. Perjalanan melewati jalan yang berbukit dan lingkungan alam sekitar menjadi nilai tambah bagi para wisatawan yang memiliki jiwa petualang. Namun, segala kesulitan dan keletihan pasca perjalanan akan terbayar ketika sampai di lokasi air terjun.

Air terjun ini memiliki tinggi sekitar 120 meter dari puncak sampai ke dasarnya. Di sekitar lokasi ari terjun ini dikelilingi oleh tebing bebatuan berbentuk setengah lingkaran. Dengan keadaan sekitarnya yang juga ditumbuhi berbagai tumbuhan yang tumbuh di tepian bebatuan menambah keindahannya yang alami. Keunikan lainnya juga ialah terdapat 5 terjunan bertingkat yang berjarak 20 meter antara satu dengan yang lainnya. Airnya yang jernih dan segar semakin menambah keistimewaan tempat ini. Curug Trocoh tidak hanya menawarkan keindahan alam sekitarnya, pengunjung juga bisa menghilangkan kepenatan dan menjadikannya tempat untuk bersantai serta berelaksasi. Selain dijadikan tempat bersantai oleh para wisatawan, lokasi ini juga sering digunakan oleh para pengunjung yang sengaja datang untuk bermeditasi. Mereka sering bermeditasi di gua-gua sekitar Watu Godheg yang berada tak jauh dari air terjun. Keindahan, legenda, serta keistimewaan lainnya patut menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan.

 Lokasi: Desa Tawangsari, Kecamatan wonoboyo.

 

 

Leave a Reply

Close Menu